Seorang tukang batu sedang mengerjakan sebuah bangunan milik seorang pegawai istana,sebagai majikan sang pegawai sangat galak dan semena mena, kalau si tukang batu bikin kesalahan sekecil apapun maka si majikan akan memarahi dan membentaknya bahkan mengancam akan memotong gajinya.
Dirumahnya dia berkata pada dirinya sendiri “nasib nasib jadi orang kecil,salah dikit aja dibentak bentak, seandainya aku jadi pegawai istana seperti majikanku,maka aku gak akan dibentak bentak lagi” sang maha pencipta ternyata mengabulkan khayalannya,entah bagaimana caranya dia bisa meniti karir sebagai pegawai istana kerajaan.
Dalam istana dia bekerja sebagai petugas yang mengurusi jamuan Raja dan Ratu,setiap hari dia memikirkan menu baru untuk raja dan keluarganya sampai akhirnya dia merasa lelah dan bosan, maka diapun berkata “sungguh enak jadi raja,nggak perlu repot, butuh apapun tinggal nyuruh, seandainya aku jadi raja alangkah enaknya,punya kuasa,harta dan ratu yang jelita. Sang maha kuasa mengabulkan khayalannya,sang raja mati tanpa putra mahkota,dan mengangkat pegawainya sebagai pewaris kerajaan,maka jadilah dia raja yang kemudian menyunting sang ratu jelita walaupun janda rada tua.
pada suatu ketika datanglah musim kemarau,matahari begitu panas,terasa terbakar kulitnya, rakyat mengeluh karena butuh air untuk pertanian dan kebutuhan sehari hari.maka diapun memanggil penasehatnya dan bertanya kenapa hari terasa panas..? apa yang bisa mengalahkan rasa panas..? dan kenapa rakyat mengeluh..? sang penasehat kerajaan menjawab dengan jawaban yang singkat “air”. Si raja berpikir alangkah hebatnya air , alangkah senangnya jika aku menjadi air,bisa mengalahkan rasa panas,dan memberi kesuburan pada rakyatku ,aku ingin menjadi air saja, keinginannya terkabul, diapun menjadi air yang begitu dibutuhkan oleh orang.
Sebagai air dia merasa sangat bahagia,mengalir disungai tanpa ada yang mengatur,tanpa ada yang menghalangi,sampai suatu ketika dia melewati sebuah batu besar dan mau tidak mau diapun menyingkir karena sang batu terlalu kuat,diapun berpikir “ternyata batu lebih hebat dari air, bodoh sekali aku ini kenapa aku nggak jadi batu saja…?” lagi lagi keinginannya terkabul, dia berubah menjadi batu besar ditengah sungai,dan dengan bangganya dia berkata “wahai air yang hebat,sekarang aku lebih hebat daripada kamu,sehebat apapun kamu,kamu harus tetap menyingkir kalau melewati aku”
Datanglah seorang tukang batu yang sedang mencari batu besar untuk dijadikan bahan bangunan,ketika tukang tersebut melihat batu besar ditengah sungai,maka tanpa berpikir lagi dia mulai menghancurkan batu tersebut,si batu menjerit dan berkata “ternyata masih ada yang lebih hebat daripada aku, tukang batu ternyata bisa mengalahkanku, wahai Tuhan jadikanlah aku tukang batu”
Sekali lagi keinginannya terkabul,maka jadilah dia tukang batu
*aku lupa cerita ini aku dapat darimana *
September 12, 2009
Categories: kata hati, kisah . . Author: bewok11 . Comments: Leave a Comment